Haul K.H. Achmad Bisyri Ke-14 Tahun 2023
Memperingati Haul K.H. Achmad Bisyri Ke-14 dan 1000 Hari wafatnya Nyai Hj. Marfu'ah
Mauidhah Hasanah yang disampaikan oleh K.H. Moh. Hasan Mutawakkil 'Alallah, S.H.,MM.
HAUL KH. ACHMAD BISYRI BIN KH.
MUHAMMAD AHWARUDDIN bin K.H. Ma'shum bin Dawud Ad-Dauhani, Krejengan, Probolinggo,
Jawa Timur yang Ke- 14. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan di Pondok Pesantren
Robithatul Islam Krejengan pada hari Selasa tanggal 17 Oktober 2023 M bertepatan
pada tanggal 02 Robiuts Tsani 1445 H.
Haul Ke-14 kali ini sangatlah istimewa bagi santri, para guru, simpatisan serta masyarakat pada umumnya, diantara adalah acara ini dihadiri oleh al-Mukarram K.H. Moh. Hasan Mutawakkil ‘Alallah, S.H., MM. Selaku Ketua Yayasan dan Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong, Pajarakan Probolinggo Jawa Timur.
Acara dimulai pada hari Senin pagi (16-07-2023) dibuka dengan khotmil qur’an oleh para santri dan alumni, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya. Seperti kegiatan tahun-tahun sebelumnya rangkaian acara dimulai dengan pembacaan maulid nabi, pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, sambutan pengasuh, pembacaan tahlil, pembacaan manaqib, ceramah agama kemudian ditutup dengan doa oleh KH. Munir Kholili bin KH. Asnawi Pengasuh Pondok Pesantren Rofiatul Islam, Sentong Krejengan Probolinggo Jawa Timur.
Pesan dan nasehat yang disampaikan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil 'Alallah pada acara tersebut di antaranya adalah;
“Kegiatan atau acara yang dilakukan
oleh keluarga dan alumni ini merupakan kegiatan yang dianjurkan agama dan telah
dilakukan oleh para salafusshalih sebelumnya, tetap kuatkan robithoh suyukhiyah
(sambungan dengan para guru) yang
nantinya berdampak memberikan kemuliaan kepada siapa saja yang melaksanakannya.”
“Memperingati acara haul ini tujuannya untuk memuliakan dan mengagungkan guru, disamping itu acara ini merupakan ajaran yang ada dalilnya dalam agama. Sehingga, salah satu bentuk berbakti kepada guru dan orangtua adalah dengan mendoakannya seperti acara ini.”
“Di Pondok Pesantren Robithatul Islam ini atau di pesantren-pesantren lainnya, manhaj dan ilmu tidak bisa dipisahkan apalagi ditinggalkan, karena keduanya memang di embankan kepada pesantren, jika manhaj dan ilmu itu tidak ada dalam pesantren maka tidak akan menemukan kewibawaan dan tidak mendapatkan berkah di dalamnya. Oleh karena itu adanya pesantren ini merupakan syiar agama Islam, bukan sekedar lembaga pendidikan semata. ” (Red. Ibnu Salim)
Acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh
K.H. Munir Kholili bin K.H. Asnawi
(Pengasuh Pondok Pesantren Rofiatul Islam, Sentong Krejengan Probolinggo Jawa Timur)
Beberapa pesan dan nasehat yang disampaikan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil 'Alallah lainnya bisa disimak di akun media kami.
Link Lengkapnya di Youtube Pesantren Robithatul Islam Krejengan : https://www.youtube.com/watch?v=Ji6Srw5PwOA&t=4975s

Komentar
Posting Komentar